yose.is-a.dev

Back

Tentang

views | comments

AI Engineer / Developer / Cultural Technologist

Saya Yose, seorang insinyur perangkat lunak yang berfokus pada pembangunan arsitektur agen otonom (agentic AI) dan sistem pemrosesan bahasa alami (NLP). Saya memiliki rekam jejak kerja dalam pengembangan sistem intelijen ancaman taktis (threat intelligence) dan koordinasi multi-agen untuk keamanan nasional. Melalui Abstraksi, saya juga merancang ekosistem data terbuka, model bahasa lokal, dan jaringan terdesentralisasi khusus untuk komunitas adat dan bahasa-bahasa di Papua yang kurang terwakili (underrepresented).

Saya memandang teknologi sebagai media penerjemahan, menghubungkan data dengan kemanusiaan, bahasa dengan konteks, dan warisan budaya dengan komputasi.

Hobi

  • Mengoleksi dan mengurasi film-film independen serta menyusun playlist musik pribadi.
  • Membuat musik di FL Studio, bermain gitar, dan menyanyi.
  • Tinkering perangkat keras, mengotak-atik embedded systems, dan merakit cyberdeck kustom.
  • Membaca buku-buku sejarah teknologi, filsafat teknologi, dan budaya digital.
  • Menulis jurnal pribadi, puisi, berenang, meditasi, serta berkendara jauh tanpa tujuan untuk menjernihkan pikiran.
  • Menghabiskan waktu dengan hewan peliharaan, dan mengenang Nero, anjing kesayangan yang telah berpulang.

Tools

Perangkat lunak dan utilitas pengembangan yang saya gunakan sehari-hari:

Social Networks

Saya membagikan hasil kerja, eksperimen, dan catatan lapangan AI kultural di GitHub, Threads, dan Telegram. Anda dapat menemukan pembaruan proyek, diskusi seputar etika AI, serta sekilas kehidupan di antara kode dan komunitas.

Display real-time; powered by Substats

Field Notes

Tentang "Sindrom Seremonial" & Teknologi Pragmatis

Banyak sistem teknologi hari ini diadopsi hanya sebagai "upacara" atau simbol status tanpa menyelesaikan akar masalah. Saya percaya dalam membangun perangkat lunak dari prinsip pertama (first-principles): fokus pada solusi taktis yang efisien, hemat daya, dan benar-benar menyelesaikan masalah nyata di lapangan, bukan sekadar mengikuti tren arsitektur yang dekoratif.

Mengapa Saya Membangun AI untuk Papua

Papua memiliki lebih dari 250 bahasa daerah yang masing-masing membawa pandangan dunia unik. Tujuan saya lewat Abstraksi bukan hanya mengumpulkan data statistik, melainkan membangun infrastruktur digital mandiri (seperti Honai Metro dan asisten BPS) agar bahasa dan pengetahuan lokal ini tetap hidup dan memiliki kedaulatan di ruang digital.

About Blog

Situs ini berfungsi sebagai catatan digital saya — tempat bertemunya kode, antropologi, dan filsafat.

Comment seems to stuck. Try to refresh?✨